Wednesday, March 12, 2014

Laporan SPT/Pajak perorangan tahunan untuk Ibu Rumah Tangga

Mumpung masih fresh diingatan, 
Karena baru saja melaporkan SPT/pajak perorangan tahunan, sebagai kewajiban yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki penghasilan dan NPWP.

Kali ini saya akan membahas untuk Ibu-Ibu rumah tangga yang sudah tidak bekerja, tapi tetap harus melaporkan SPT/pajak ini.
Apa saja yang harus dipersiapkan?



1. Formulir 1770SS
2. Surat pernyataan sebagai ibu rumah tangga (ber-meterai)
3. Surat kuasa (optional dan ber-meterai)
     Apabila yang melaporkan bukan diri sendiri (tahun lalu diminta, tapi tahun ini tidak diminta)

Sebelumnya sekilas mengapa istri saya tetap melaporkan SPT tahunannya,
Dahulu istri pernah bekerja dan punya NPWP (terpisah dari saya, suami), dan sekarang sudah berhenti dan full time menjadi ibu rumah tangga.
Karena istri saya memiliki NPWP, maka pelaporan ini tetap harus dilakukan....walau sudah tidak memiliki penghasilan.

Formulir yang digunakan adalah formulir 1770SS.
Dan diisi hanya angka 0 (nol) untuk semua isian kolom, karena memang tidak ada penghasilan yang didapat, otomatis tidak ada pajak yang dibayarkan oleh istri saya ke negara.

Tambahan :
Beberapa pertanyaan yang sering kita dengar :

1. Q : Dimana formulir bisa kita dapatkan?
    A : Di website Direktorat Jendral Pajak ada, berikut formulirnya.

2. Q : Saya menggunakan formulir yang mana ?
    A1 : Penghasilan bruto tidak lebih dari 60jt setahun, menggunakan formulir 1770SS
    A2 : Penghasilan bruto lebih dari 60jt setahun, menggunakan formulir 1770S
    A3 : Pengusaha/wiraswasta, menggunakan formulir 1770

3. Q : Apakah ada pelaporan SPT online ?
     A : Ada, berikut link pelaporan SPT online.
           Hanya saja saya belum pernah menggunakannya, jadi belum bisa review :)

Kayaknya cukup sekian.
Mudah-mudahan bermanfaat, dan semoga melalui masyarakat yang taat bayar pajak dan taat melaporkan pajak nya, bisa membuat Bangsa Indonesia lebih (cepat) maju dalam segala hal.

Salam

22 comments:

  1. Salah! Menurut petugas pajak Ibu Rumah Tangga tanpa penghasilan menggunakan formulir 1770. Menurut pengalaman kami sudah 2 tahun kami melakukan kesalahan dengan menggunakan 1770SS.

    ReplyDelete
    Replies
    1. apabila menggunakan formulir 1770,, apasaja persyaratan nya pak untuk ibu rumah tangga yang ingin melaporkan spt tahunan nya..
      trimss, mohon info nya..

      Delete
    2. Pak Rotua, saya tidak menggunakan form 1770, saya menggunakan form 1770SS.

      Delete
    3. Pak Anto sudah pasti ya ibu rumah tangga menggunakan form 1770? Trus isian angka dikolom2nya gmna pak biar nihil hasilnya?? Trus kalo utk pekerja konsultan angka pajak yg mo dilaporkan berdasarkan apa ya pak Tks before...

      Delete
    4. Sampai sekarang saya pun belum yakin benar ibu rumah tangga menggunakan form yang mana.
      Karena pengalaman saya bertanya ke petugas pajak, ada yang bilang pakai form 1770, ada pula yang bilang pakai 1770SS.
      Satu lagi kalau menggunakan e-filling, apabila menggunakan form 1770, agak ribet.

      Delete
    5. http://ayu-stimata.blogspot.co.id/2011/01/lapor-spt-pajak-buat-yang-udah-gak.html

      Delete
  2. haii Pak Anto.. mau tanya jika sy KPR rumah atas nama sy dan sy bekerja sbg ibu rumah tangga yg bekerja tetapi tidak lapor pajak krn dr ktr tmpt krj tdk memberikan bukti potong nya. Apakah nant jika KPR sdh LUNAS dan sy akan menjual rumah itu akan ada masalah perpajakan?? atau sy hanya melakukan kewajiban pmbyran pajak yg timbul dr jual beli rumah saja ud beres??

    Mohon sedikit penjelasannya, krn sy binggung apa hrs mengambil KPR atau tdk?

    tks.

    Yuli

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Ibu Yuli,

      Ya, hanya pembayaran pajak ketika ibu beli/jual rumah.
      Menurut saya tidak ada kaitannya antara lapor pajak PPh21 dengan menjual rumah yang sudah lunas KPR nya.
      Karena memang beda jenis pajak nya :
      Gaji/penghasilan = PPh21 (pajak penghasilan)
      Beli rumah = PPn (pajak pertambahan nilai)

      Mengenai lapor pajak yang ibu alami, ada 2 hal yang perlu diperhatikan :
      1. Kalau dari tempat kerja ibu di potong pajak penghasilan.
      Tempat bekerja WAJIB memberikan bukti potong, kalau tidak kemungkinannya
      adalah tempat kerja ibu tidak menyetorkan ke kantor pajak.

      2. Kalau memang tidak ada bukti bayar, saran saya ibu tetap melaporkan pajak
      (apabila ibu punya NPWP), tapi nilai nya null karena ibu adalah ibu rumah tangga

      Fyi,
      Setahu saya kalau ingin KPR, syarat utamanya adalah NPWN dan slip gaji/rekening koran buku tabungan yang menunjukan pemasukan rutin tiap bulannya.

      Delete
  3. Mau tanya pak,utk pembukaan rekning hrus ada npwp.sdangkan yang buat rekening itu ibu rumah tangga.
    Penghasilan suami biasanya di berikan ke istri lewat pos.skarang ibu itu mau buat rekening,tpi dsuruh mempunyai npwp dulu.
    Yg aku tanyakan syratnya apa saja pak?
    Utk pembuatan npwp ibu rumah tangga
    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terus terang saya kurang tahu untuk proses pembuatan NPWP, karena saya memang belum pernah buat sendiri.
      Kalau saya lihat di website www.pajak.go.id, ada 2 cara :
      1. eRegistration (online)
      2. datang ke kantor pajak

      Ada cara lain :
      Sebenarnya istri diperbolehkan ikut/gabung dengan NPWP suami, tapi tetap harus didaftarkan.

      Delete
    2. http://finance.detik.com/read/2016/02/01/111146/3131663/4/suami-istri-pilih-npwp-digabung-atau-dipisah-mana-yang-untung-ini-simulasinya

      Delete
  4. mau tolong tanya pak. Ibu saya sudah tidak bekerja, hanya sebagai ibu rumah tangga. Ibu saya membeli beberapa unit apartemen beberapa tahun yang lalu dengan uang tabungan dari berbagai sumber, yang ibu saya telah tabung dari beliau masih kecil sampai sekarang, tapi ibu saya tidak pernah bekerja, hanya sebagai ibu rumah tangga dari muda. Jadi sekarang saat melaporkan pajak, apa ibu saya perlu masukkan apartemen-apartemen ini dalam daftar harta?
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  5. Pak Anto, th 2009 ibu saya (ibu rumah tangga) jual rumah dan dibuatkan npwp oleh notaris. Jadi sekarang mau lapor spt itu mengisi kolom pekerjaan dan KLU apa ya, Pak ?
    Sebelumnya terimakasih.
    Ana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pakai form 1770SS, tidak ada kolom KLU bu.

      Delete
  6. pak, saya mau nanya , ibu saya ibu rumah tangga dan tidak bekerja cuma sebagai ibu rumah tangga saja lalu ibu saja bru pnya NPWP sekitar 1 thn lalu, yang saya mau tanya kalo mau lapor spt tahunan pke formulir 1770SS ya trus pake bukti potongnya gak ya pak.

    thanks, putri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang harus online bu, jadi ibu harus urus e-filing.
      Kalau tidak bekerja tidak ada bukti potong, karena bukti potong diberikan oleh perusahaan pemotong pajak ke wajib pajak/kita.

      Delete
  7. Pak Anto saya mau nanya untuk ibu rumah tangga SPT Tahunannya memang pakai form 1770SS ya?? Isian kolomnya gimana pak biar hasilnya nihil??? Tks before

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya semua kolom saya isi "0" saja.

      Oiya kelewat, kalau untuk pekerja konsultan....kalau ibu karyawan dari sebuah perusahaan konsultan, harusnya mendapat bukti potong pph21 nya

      Delete
  8. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  9. pak anto, ini tahun ke-2 saya jadi irt. tahun kemarin saya masih lapor dengan bukti potong dr kantor. tahun ini saya mau lapor pajak baiknya manual ke ktr pajak atau efilling ya? bingung pak.. makasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saran saya sih sebaiknya ibu pakai e-filing saja.
      Karena kemudahannya, bisa dikerjakan dari rumah tanpa perlu datang ke kantor pajak.

      Tapi untuk untuk bisa menggunakan e-filing,
      pertama ibu harus tetap ke kantor pajak, untuk mendapatkan e-fin. Setelah mendapatkan e-fin, baru ibu bisa menggunakan e-filing ini.
      http://www.pajak.go.id/content/article/tutorial-e-filing-2016-registrasi-djp-online

      Mungkin baiknya ibu siapkan saja metode manual-nya, ketika melaporkan ke kantor pajak, sekalian minta e-fin. Jadi tahun depan sudah bisa e-filing.

      Fyi saja,
      Tahun ini tidak semua kantor pajak bisa menerima pelaporan pajak/SPT (apabila kita tidak terdaftar di kantor pajak tersebut).
      Tapi kita bisa e-fin, dikantor pajak manapun (setahu saya, CMIIW)

      Delete