Friday, March 28, 2014

Pasar Kaget/Pasar Malam/Carnival "Kampung"

Cerita saya kali ini adalah tentang Pasar Kaget/Pasar Malam/Carnival "kampung".

Sebelumnya untuk menyamakan persepsi, apa yang dimaksud dengan Pasar Kaget/Pasar Malam/Carnival "kampung" itu?
Keramaian yang berupa : 
  1. Pasar (jual makanan, pakaian, mainan, dll)
  2. "Dufan" kampung (kora-kora, bianglala, komidi putar)
  3. Aneka permainan ketangkasan
  4. Dll


Biasanya sementara (tidak permanen), karena mereka akan berpindah-pindah tempat. Untuk tempat/lokasi nya sendiri, biasanya di tempat-tempat terbuka yang cukup luas/lapangan, dan berada di sekitar perkampungan.
Karena mereka lebih membidik ke segmen bawah.

Karena lebih membidik segmen bawah, jadi jangan harap mendapatkan kenyamanan (waktu saya kesana sehari sebelumnya hujan, jadi agak becek), dan untuk permainannya sendiri, mungkin kita akan berfikir "aman gak ya?"
Mungkin bisa di bilang karena permainan tersebut (seperti kora-kora, bianglala, komidi putar) terbuat dari bahan-bahan yang tidak/kurang "standart" jadi membuatnya (seperti) kurang terjamin dari sisi keselamatannya.
Tapi walaupun merasa kurang aman, saya tetap mencoba salah satu dari mainan-mainan tersebut, saya mencoba bianglala.

Baik, langsung ke ceritanya ya....
Jadi ceritanya adalah beberapa minggu yang lalu saya mengajak anak dan istri untuk mencoba berkunjung ke Pasar Kaget/Pasar Malam/Carnival "Kampung" ini.
Jujur arena ini cukup membuat saya penasaran, karena setiap digelar, pengunjung yang datang pasti selalu ramai dan saya memang belum pernah mencobanya.
Dan tujuannya saya kesini adalah bukan karena penasaran untuk mencoba permainannya, tapi lebih karena penasaran ingin merasakan atmosfer/suasana nya. 

Pertama yang saya coba adalah Bianglala.
Dengan tiket seharga Rp 6000,- /orang dan dengan menggunakan tenaga mesin diesel sebagai penggerak bianglala, kita sudah bisa mencoba bianglala, dan bisa dibilang cukup lama waktu permainannya.



Setelah mencoba bianglala, kami berniat mencoba komidi putar, karena anak saya memaksa ingin mencoba nya. Tapi sayang saat itu waktu menunjukan waktu untuk sholat magrib, sehingga segala kegiatan di stop untuk melakukan kewajiban sholat magrib.


Fyi, komidi putar ini di putar dengan menggunakan tenaga "otot", alias di putar oleh orang :) 

Akhirnya kami bergegas ke area permainan ketangkasan, lembar kaleng, lembar gelang, dll.
Setelah melihat beberapa orang mencoba bermain, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba nya juga. Saya mencoba yang permainan lempar gelang, hanya dengan Rp 2000,- mendapat 7 gelang, artinya saya memiliki 7 kali kesempatan untuk mendapatkan hadiah.


Setelah bermain (dan tidak menang), kami memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan kami di pasar malam/pasar kaget/carnival "kampung" tersebut.

Berikut saya lampirkan juga beberapa foto yang sempat saya ambil :






Mungkin beberapa catatan apabila memutuskan untuk datang ke tempat seperti ini :

1. Pastikan cuaca baik, tidak hujan. 
Karena outdoor area dan beralaskan rumput dan tanah.

2. Apabila sehabis hujan, 
Sebaiknya gunakan sepatu karet/sendal, agar mudah dibersihkan.

3. Waktu yang tepat adalah sore hari (menurut saya).
Karena pagi - belum buka (kayaknya), siang - panas, malam - rame.

4. Berpakaian biasa saja.

5. Kalau bisa menggunakan motor/angkutan umum.
Karena sudah pasti area parkir sangat terbatas

6. Selalu berhati-hati.
Karena dimana ada keramaian, selalu ada kesempatan untuk berniat tidak baik.

Selamat mencoba

No comments:

Post a Comment